Setiap negara pasti membutuhkan negara lain untuk membantu negaranya. Tidak ada negara yang benar-benar mandiri dan tanpa bantuan negara lain, setiap negara pasti membutuhkan negara lain untuk membantu negara lain. Oleh sebab itu setiap negara yang ada di dunia akan mempunyai hubungan atau juga setiap negara melakukan kerja sama dengan negara lain untuk bisa membantu satu sama lain. Transaksi dan juga interaksi antarnegara dalam sistem internasional disebut juga dengan kerja sama atau kooperasi atau juga dengan hubungan internasional. Pemerintah yang ada di setiap negara akan mewakili suatu negara nya masing-masing untuk saling berhubungan dengan mengajukan sebuah alternatif pemecahan, perundingan dan juga pembicaraan mengenai masalah yang dihadapi oleh setiap negara yang ada.

Negara-negara yang mengemukakan berbagai sebuah bukti teknis untuk menopang sebuah pemecahan pada permasalahan yang tertentu dan mengakhiri sebuah perundingan dengan membentuk suatu perjanjian dan juga harus saling pengertian yang memuaskan bagi semua pihak yang bersangkutan. Proses yang dilakukan seperti ini disebut dengan kerja sama atau kooperasi.

 

Pengertian Kerja Sama Internasional

Secara umum pengertian dari kerja sama internasional adalah sebuah kerja sama yang juga melibatkan negara-negara yang ada di dunia atau juga negara yang ada di sebagian besar di dunia. Kerja sama internasional adalah sebuah hubungan kerja sama yang juga dilakukan oleh dua negara atau juga lebih banyak negara untuk mencapai sebuah tujuan yang tertentu. Kerja sama internasional juga dilakukan antar negara dalam rangka pemenuhan kebutuhan pada rakyatnya dan juga ada kepentingan yang lain yang memiliki pedoman pada bidang politik di luar negeri masing masing dari negara tersebut. Kerja sama internasional adalah sebuah usaha negara untuk melaraskan sebuah kepentingan kepentingan yang sama. Hal ini juga merupakan sebuah perwujudan pada kondisi masyarakat yang bisa saling bergantung satu sama lain. Berikut ini ada beberapa pengertian kerja sama internasional menurut para ahli :

 

James E Dougherty dan juga Robert L Pfaltzgraff

Dougherty dan juga Pfaltzgraff dalam Contending Theories of International Relation pada tahun 1971 mengatakan ada sebuah fokus pada teori hubungan internasional adalah yang mempelajari sebuah tantangan pada penyebab dan juga kondisi yang akan menciptakan sebuah kerja sama. Kerja sama yang akan dijalankan ini bisa dalam satu proses pada perundingan yang akan diadakan secara nyata atau karena dari beberapa pihak yang saling tahu sehingga sekarang sudah tidak lagi diperlakukan suatu perundingan yang ada. Dougherty dan juga Pfaltzgraff telah menjelaskan definisi dari kerja sama sebagai serangkaian yang ada pada hubungan yang tidak didasarkan pada kekerasan atau juga pada paksaan dan sudah disahkan secara hukum. kerja sama yang seperti ini yang dimaksud seperti terjadi dalam organisasi internasional seperti pada Persatuan Bangsa-bangsa atau juga pada PBB (United Nations atau UN) yang berada di Uni Eropa. Negara-negara pelaku akan membangun sebuah hubungan kerja sama melalui suatu organisasi internasional dan juga rezim internasional. Dalam organisasi ini atau rezim internasional akan terdapat seperangkat aturan yang sudah disetujui, regulasi, norma dan pada prosedur pada pengambilan keputusan.

Di situ ada sebuah harapan dan juga kepentingan yang ada di negara-negara pelaku untuk bertemu dalam suatu lingkup suatu hubungan internasional. kerja sama ini bisa saja tumbuh dari komitmen yang individu terhadap kesejahteraan atau ada di sebagai usaha untuk pemenuhan kepentingan pribadi. Kunci para perilaku kerja sama ada pada sudah sejauh mana setiap pribadi ini percaya bahwa yang lainnya itu akan bekerja sama dengan kalian atau dengan negara kalian. kerja sama yang didasarkan pada pemenuhan kepentingan pribadi yang di mana hasilnya yang akan menguntungkan kedua belah pihak dan juga sangat menguntungkan negara keduanya hal ini dapat diperoleh dengan cara kalian mulai bekerja sama daripada dengan kalian usaha sendiri atau kalian melakukan persaingan.

 

KJ Holsti

Dalam Internasional Politics : A Framework for Analysis pada tahun 1967 holsti ini telah menemukan sebuah definisi kerja sama internasional secara sederhana. Kerja sama internasional adalah sebuah proses di antara negara negara yang sudah saling berhubungan secara bersama-sama. Dengan melakukan sebuah pendekatan untuk mencari sebuah pemecahan terhadap masalah yang sedang dihadapkan melalui sebuah pendekatan satu sama lain. Mengadakan sebuah pembahasan dan juga perundingan mengenai sebuah masalah masalah tersebut untuk mencari sebuah faktor teknis yang juga mendukung jalan keluarnya tertentu. Hal ini yang mengadakan perjanjian-perjanjian yang berdasarkan sudah saling pengertian antara kedua belah pihak yang berkaitan.

 

Charles Armor McClleland

McClelland dalam Theory and the International System pada tahun 1966 yang mengatakan sebuah hubungan internasional yang juga berkaitan dengan segala bentuk interaksi antar masyarakat, pada negara negara bai itu yang akan dilakukan oleh pemerintah ataupun juga pada warga negara yang ada dan juga yang bersangkutan.

 

Theodore A Couloumbis dan juga James H Wolfe

Dalam Introduction to international Relations pada tahun 1986, Couloumbis dan juga Wolfe telah mengatakan hubungan internasional merupakan sebuah interaksi antar aktor yang ada pada suatu negara dengan negara lainnya. Hubungan internasional adalah sebuah hubungan yang akan dilakukan antar negaranya yaitu unit politik yang sudah didefinisikan menurut teritorial dan juga populasi dan otonomi pada daerah yang secara efektif yang mengontrol wilayah dan juga para penghuninya tanpa mereka hiraukan homogenitas etnis.

 

Koesnadi Kartasasmita

Dalam administrasi internasional pada tahun 1997, Koesnadi ini sudah menjelaskan kerja sama internasional dalam sebuah akibat dari adanya sebuah hubungan internasional dan akan bertambah pada kompleksnya kehidupan yang ada pada manusia yang ada di dalam masyarakat internasional. Dalam pengantar sebuah ilmu hubungan internasional pada tahun 2005 Anak Agung Banyu Perwita dan juga Yanyan Mochamad Yani yang mengatakan terjadinya sebuah hubungan internasional yang merupakan suatu keharusan sebagai sebuah akibat adanya saling ketergantungan yang dimilikinya. Dan hal ini juga sebuah akibat dari bertambahnya sebuah kompleks kehidupan yang dimiliki oleh manusia dalam masyarakat internasional. Sehingga hal ini dapat bertergantungan atau interdependensi yang sudah pasti tidak memungkinkan adanya suatu negara yang menutupkan dirinya terhadap dunia yang berada di luar sana.

 

William D Coplin

William D Coplin yang ada di dalam Introduction to International Politics: A Theoretical Overview pada tahun 1971 yang menjelaskan bahwa kerja sama yang awalnya sudah terbentuk dari suatu alasan yang dimana negara yang ingin melakukan interaksi rutin yang baru dan lebih baik lagi bagi memiliki sebuah tujuan bersama. Interaksi ini ada berbagai aktivitas pada pemecahan sebuah masalah secara kolektid yang berlangsung baik itu secara bilateral ataupun juga secara multilateral.

 

Tujuan dari kerja sama internasional

  • Untuk mencukupi semua kebutuhan masyarakat masing-masing yang ada di negara.
  • Untuk memperkuat perekonomian suatu negara, perdagangan dan juga investasi dengan negara yang lainnya.
  • Untuk meningkatkan kerja sama dalam ilmu pengetahuan dan juga teknologi.
Posted in Politik Mancanegara