Bisa kalian ketahui, Tahun 2020 memang menjadi tahun terburuk bagi dunia perpolitikan di Indonesia. Namun siapa sangka, sepanjang tahun 2019 juga sudah menampilkan politik besar yang terjadi di Indonesia. Nah, di sepanjang tahun 2019 sudah banyak sekali peristiwa yang mana sudah langsung menghebohkan bagi masyarakat yang ada di Indonesia. Bahkan, tercatat sudah lebih dari 5 peristiwa politik yang turut menyemarakkan adanya Dunia Pemerintahan dimulai dari awal hingga akhir tahun kemarin. 

Sebagaimana sudah menjadi histori bagi beberapa situs agen sbobet terpercaya yang ada, dimana tahun 2019 sendiri sudah langsung disebut-sebut sebagai tahun dari pra politiknya Indonesia. Pasalnya, untuk tahun 20019 ini tepat sekali sudah diadakan adanya pesta Rakyat atau Pemilu Serentak. Dimulainya dari Presiden dan juga Wakil Presiden itu sendiri serta sampai dengan seluruh dari sistem Pemerintahan yang mana sudah baru dan terbentuk secara langsung. 

Namun nyatanya, tidak hanya politik dari pemilu serentak Presiden dan Wakil presiden saja. Ada beberapa politik lainnya yang bisa kalian ketahui. Pada rangkuman yang akan kami berikan di bawah ini mengenai sebuah kejadian-kejadian menghebohkan di Indonesia yang sudah mewarnai langsung adanya Tahun Politik di negara Indonesia. Seperti apa peristiwa politik yang hadir di Indonesia tahun 2019 kemarin ? yuk simak informasi selengkapnya di bawah ini. 

 

Kejadian Terhadap Pemilu Tahun 2019 

Pemilihan Umum yang sudah terjadi sejak 17 April Tahun  2019, ternyata membawa malapetaka dalam dunia politik. Paswalnya, masalah ini dimulai sesaat setelah adanya pesta rakyat digelar dengan sejumlah kelompok dari penyelenggara pemungutan suara atau KPPS yang mulai berguguran satu persatu. Disebutkan juga dalam beberapa situs, salah satunya adalah situs dari wowkeren.com adanya 100 petugas KPPS dari sejumlah TPS di berbagai daerah di Indonesia yang meninggal Dunia. Peristiwa ini sendiri tentu saja mampu membuat sejumlah pihak turun tangan dalam menanganinya. Hal ini dimulai langsung dari Dokter, lalu Polisi sampai dengan politik dari penyelidik juga datang dalam mencari tahu kematian dari ratusan petugas KPPS yang ada. 

Di waktu yang bersamaan, ada juga sejumlah oknum turut menyebarkan sebuah Hoaks ataupun sebuah berita bohon yang mengatakan adanya para petugas KPPS tersebut telah meninggal dunia karena sudah diracun. Beruntung sudah, untuk semua para peneliti dan juga dokter segera membantah adanya isu tersebut. Usai dari fenomena meninggalnya ratusan petugas KPPS di sejumlah daerah di Indonesia. Dan dari Kehebohan yang terjadi karena hasil dari Quick Count yang mana tidaklah tepat dengan hasil dari perhitungan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum. sehingga dapat menyebabkan adanya Simpang Siur dan juga Keributan dari kedua kubu seperti : Pendukung Jokowi Ma’ruf dan juga para Pendukung Prabowo Sandiaga. 

 

Banyaknya Revisi UU yang Bermasalah 

September di tahun 2019, DPR pada periode 2014 hingga 2019 sudah mengumumkan adanya hasil dari kerjanya selama menjabat dengan melakukan sebuah revisi UU No 30 tahun 2002 mengenai atas Komisi dari Pemberantasan Korupsi. Ada juga 4 poin yang ada di dalam RUU KPK yang sudah diusulkan oleh para DPR ini seperti : 

  1. Masalah Penyadapan
  2. Masalah Dewan Pengawas
  3. Masalah dari Kewenangan Surat Penghentian dari Penyelidikan Perkara (SP3)
  4. Masalah dari Status Pegawai KPK

Sontak saja, hal ini sudah menjadi Polemik di kalangan sejumlah pihak. Pasalnya, dari poin-poin yang ada di dalam RUU KPK yang dinilai dalam menyalahi aturan serta melemahkan lembaga antirasuah tersebut. Selain itu adanya rancangan pada Kitab UU Hukum Pidana atau RUU KUHP juga sudah menjadi sorotan karena pasal-pasalnya sendiri bermasalah yang terdapat langsung di dalamnya. Seperti pasal dari penghinaan Presiden yang dinilai dalam mematikan sebuah kebebasan demokrasi dan akan langsung mengembalikan Pemerintahan ke Zaman Orde Baru yang mana dipimpin langsung oleh Presiden RI Soeharto. Atas dasar hal inilah yang bisa menandatangani sebuah petisi dari Penolakan pada pengesahan yang ada. 

 

Hal yang Terjadi Setelah Pelantikan MPR – DPR 

1) Dalam sebuah acara pelantikan, hadir banyak sekali sosok yang menjadi sorotan bagi masyarakat. Yakni Achmad Fadil Muzakki Syah atau sering disapa langsung oleh Lora Fadil, yakni Wakil Rakyat dari Fraksi Nasdem yang membawa ke-3 istrinya dalam sebuah acara dari pelantikan tersebut. 

2) Adapun Anggota DPR Termuda dari Fraksi Nasdem yakni Hillary Brigitta Lasut yang saat itu masih berusia 23 tahun. Walau terbilang masih muda, nyatanya latar belakang dari Hillary ini adalah keluarga yang memiliki rekam jejak di dunia perpolitikan. 

3) Terakhir adanya Momen langka. Dimana, dalam sebuah video yang beredar di dunia maya terdapat sosok dari Ibu Megawati Soekarnoputri yang enggan melakukan jabat tangan dengan Surya Paloh dan langsung membuang mukanya. Dengan hal ini keluar sudah momen atas isu dari pelecehan di antara 2 tokoh tersebut. 

 

Demo yang Dilakukan Oleh Seluruh Mahasiswa di Indonesia 

Unjuk rasa dan kerusuhan Indonesia September 2019 - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Di bulan September, ada banyak mahasiswa dari berbagai Universitas turun langsung ke jalan hingga ke depan Istana Negara demi bisa menyuarakan Protesnya tersebut. Dimulai dari sejumlah revisi Undang-Undang yang aman dinilai langsung tidak sesuai dan juga pastinya merugikan masyarakat hingga terdapat tuntutan terkait atas persoalan rasisme yang terjadi langsung di Papua dan juga Papua Barat yang terjadi sudah di Bulan Agustus tahun 2019. 

Naasnya, dalam aksi demo besar-besaran ini memakan 2 korban Jiwa dari kalangan Mahasiswa Universitas  Halu Oleo di daerah Kendari – Sulawesi Tenggara yang bernama Randy yang berumur 21 tahun dan juga Muh. Yusuf Qardhawi tahun 2019 yang menjadi korban tewas dalam sebuah aksi demonstrasi tersebut. Kedua korban ini menghembuskan nafas terakhir usai mengalami adanya luka parah di sekujur tubuhnya tersebut. Kejadian ini lantas tidak luput begitu saja  dari perhatian bapak Presiden kita semua yakni Joko Widodo yang kemudian bisa memerintahkan jajarannya dalam mengusut tuntas kematian dari kedua mahasiswa Kendari. 

 

Para Staf Pemerintah Indonesia yang Masih Milenial 

4 dari 7 Staf Khusus Milenial Jokowi Miliki Perusahaan Sendiri, Siapa Saja Mereka? Halaman all - Kompas.com

Di penghujung tahun 2019 silam, sesaat sesudah melakukan Pemilu dan Pelantikan Presiden. Tepat bulan November tahun lalu , Pak Joko Widodo melantik 7 orang para Milenial untuk bisa membantunya dalam menjalankan adanya tugas sebagai staf Khusus Presiden. Orang nomor satu yang ada di Indonesia, mengurusi Pemerintahan Indonesia sudah menegaskan langsung adanya ke-7 anak muda yang memiliki tugas Khusus untuk mengembangkan adanya Inovasi dari berbagai bidang yang ada. 

Nah, ke-7 anak ini sendiri bernama : 

  1. Adamas Belva Syah Devara yang berusia 29 tahun ( ini adalah CEO langsung dan pendiri dari Ruang Guru ).
  2. Putri Indahsari Tanjung yang berusia 23 tahun ( Putri dari bapak Chairul Tanjung yang sekaligus menjadi CEO dan juga pendiri dari Creativepreneur ). 
  3. Ayu Kartika Dewi yang berusia 34 tahun yang merupakan seorang dari perumus pada Gerakan Sabang Merauke. 
  4. Angkie Yudistia yang berusia 32 tahun menjadi pendiri Thisable Enterprise dan Kader PKPI. 
  1. Gracia Billy Mambrasar yang berusia 31 tahun ( Seseorang yang menjadi Alumni Universitas OXFORD asal dari Papua ).
  2. Aminuddin Ma’ruf yang berusia 33 tahun selaku dari mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau dikenalnya dengan PMII. 
  3. Andi Taufan Garuda Putra yang berusia 32 tahun yang sudah menjadi pendiri langsung dari perusahaan teknologi finansial dari Amartha. 

 

Artikel atau berita ini sudah turun langsung perdana di situs Wowkeren.com dengan judul atau tajuk artikelnya adalah Kejadian paling Menghebohkan Indonesia di Tahun Politik 2019. 

Posted in PolitiK Indonesia