Perbedaan langsung dari pada pandangan politik memang terkadang sudah berlangsung sangat keras, sehingga bisa melahirkan apa yang nantinya dinamakan dengan tahanan politik atau TAPOL ! akibat dari dunia Politik, banyak sudah para tokoh di dunia yang harus benar-benar merasakan dinginnya jeruji besi. Diantaranya mereka ada yang sampai meninggal dunia demi negaranya, ada juga yang sudah dibebaskan dari tahanan yang tak berperikemanusiaan, hingga beberapa lainya masih hidup sampai dengan saat ini. Berbeda lagi dengan mereka yang notabennya narapidana akibat kasus kejahatan. Namun untuk TAPOL ini harus rela sekali meringkuk di penjara dengan kurun waktu bertahun-tahun karena memang menempuh jalan perjuangan yang tidaklah mudah. Sebuah jalan terjal atas pengabdian berliku demi memperjuangkan adanya nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. 

Tokoh Politik Republik Ceko – Vaclav Havel 

Walaupun bermain dalam dunia politik, tokoh ini juga bisa disebut sebagai penulis drama, lalu penulis esai sekaligus menjadi seorang penyair terkemuka asal Cekoslowakia. Dirinya dipenjara dan juga sudah menjadi seorang tahanan politik dikarenakan tulisannya yang menyindir Birokrasi komunis dan karena keterlibatannya dalam gerakan reformasi Musim Semi praha pada tahun 1968 silam. Nah karyanya ini dilarang oleh Pemerintah, namun adanya hal tersebut menjadi perhatian dunia pada tangkas online terbaru penderitaan Cekoslowakia yang Dianeksasi Soviet. 

Disini Havel ditangkap polisi pada tahun 1979 dan dijatuhi atas hukuman 4,5 tahun penjara karena memang Subversi Republik. Setelah dirinya berhasil dibebaskan, maka Havel sudah menjadi seorang tokoh politik terkemuka dalam apa yang dikenal sebagai sebuah Revolusi Beludru tahun 1989. Dirinya lantas menjadi seorang presiden pertama di Republik Ceko pada tahun 1993. 

Tokoh Politik uni Soviet – Andrei Sakharov 

Andrei Sakharov merupakan Fisikawan Nuklir Soviet

Kami katakan Beliau adalah seorang Tokoh Politik yang jenius. Sebab Andrei Sakharov merupakan Fisikawan Nuklir Soviet yang telah menjadi juru kampanye atas HAM dan telah ditahan di negaranya. Dirinya juga sudah pernah menerima sebuah Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2975. Namun dikarenakan pandangannya menelanjangi represi politik di Soviet, maka Pemerintah Soviet sudah tidak lagi mengizinkan Sakharov pergi dalam menerima Novel. 

Lanjutnya pada tahun 1980, Andrei Sakharov juga sudah diasingkan ke Gorky, dengan dilucuti dari semua Kehormatannya dan telah ditempatkan secara langsung di bawah pengawasan Konstan karena memang pandangannya mengenai Invasi Uni Soviet ke Afghanistan. Dirinya juga sudah menyerukan adanya Pemboikotan di seluruh dunia terhadap sebuah olimpiade pada tahun 1980 di negara Moskow. 

Hingga akhirnya pada tahun 1986, pemimpin Soviet bernama Mikhail Gorbachev membebaskan Sakharov dari pengasingannya. Dan dirinya sekaligus sudah menjadi sebuah ssimbol utama atas perlawanan terhadap politik penindasan Pemerintahan Soviet dalam jangka waktu 3 tahun terakhir di sisa hidupnya. 

Tokoh Politik Korea Selatan – Kim Dae-jung 

Kim Dae-jang

Tokoh politik yang satu ini sudah dikenal baik di korea Selatan. Kisahnya dimulai saat dirinya diculik dari sebuah kamar Hotel yang ada di Tokyo oleh Anggota KICA. Dimana Agen mata-mata Jendral Park yang terkenal langsung pada tahun 1973. Disini Kim Dae-Jung sudah dibawa langsung ke kediamannya di Seoul ( Korea Selatan ) untuk bisa ditempatkan dalam tahanan rumah. Orang yang dijuluki langsung sebagai Nelson Mandela Asia ini merupakan seorang tokoh politik demokrasi saat masa pemerintahan Diktator Militer Pimpinan dari Park Chung-hee. 

Lalu pada tahun 1971, kembalinya Kim Dae-jung dari pengasingannya di Amerika Serikat, Kim rupanya mengikuti sebuah Pemilu Presiden namun GAGAL ! dirinya kembali lagi gagal di dalam pemilu Presiden tahun 1987 dan juga tahun 1992. Namun pada akhirnya menang pada pemilu Presiden Desember tahun 1997. Nah awal tahun 1998, Kim Dae-jung langsung dilantik sebagai Presiden Korea Selatan dan saat itulah kekuasaan atas pemerintah Militer ini berakhir di Korea Selatan. 

Tokoh Politik Israel – Mordechai Vanunu 

Mordechai Vanunu telah dikenal dengan nama lainnya sebagai John Crossman. Dimana dirinya ini adalah mantan teknisi Nuklir Israel yang langsung membocorkan program Nuklir Israel kepada pers Inggris pada tahun 1986. Karena hal inilah, dirinya lantas diculik oleh Agen Mossad yakni Dinas Rahasia Milik Israel ke Roma Italia sebelum pada akhirnya bisa diselundupkan ke Israel. 

Dan di negara dengan kebanyakan Yahudi ini, dirinya telah diadili secara Rahasia dan telah dijatuhi Hukuman karena memang tuduhan sebagai seorang Pengkhianat. Dirinya juga telah dihukum kurungan penjara kurang lebih selama 18 tahun dan sudah lebih daripada 11 tahun masa itu dijalaninya dengan masa kurungan tersendiri. 

Namun pada akhirnya, Mordechai Vanunu dibebaskan dari masa kurungan pada tanggal 21 April tahun 2004. Akan tetapi masih dikenai sebuah pembatasan dalam berbicara dan melakukan perjalanan. Disini Vanunu sudah tinggal di Yerusalem sejak dibebaskannya dari penjara pada tahun 2004. Namun disini dirinya masih saja dalam pengawasan yang ketat, termasuk tidak benar-benar diperbolehkan meninggalkan negara Israel atau bisa berbicara langsung dengan orang asing. 

Tokoh Politik Timor Leste – Xanana Gusmao 

Nama tokoh ini terdengar asing di kalian, namun di Timor Leste sangat amat berarti bagi mereka. Xanana Gusmao sudah lama mempelopori adanya Kemerdekaan Timor Timur dari negara Portugal dan juga dari Indonesia. Dirinya sudah ditangkap langsung pada November di tahun 1992 atas perkara dari tuduhan Subversi dan kepemilikan senjata api secara Ilegal. Disini Gusmao sudah memulai perjuangannya hanya demi membebaskan rakyatnya dari penjajahan Indonesia. 

Dengan bantuan yang sangat luar biasa dari jose Ramos Horta, disini Gusmao bisa membawa perjuangan rakyatnya lepas dari penjajahan ke Kancah Internasional. Nah pembebasannya pada tahun 1999 sudah menjadi sebuah pintu masuk dari digelarnya proses Referendum bagi negara Timor Timur, yang mana pada akhirnya berujung dari kemerdekaan Timor Leste. 

Tokoh Politik Irlandia – Bobby Sands 

Dirinya merupakan seorang Anggota Tentara Republik Irlandia Sementara atau dikenal dengan IRA, yang mana meninggal dikarenakan melakukan ajang Mogok Makan saat dipenjara HM Prison Maze di wilayah Irlandia Utara. Bobby Sands langsung membantu dalam merencanakan pemboman Balmoral Furniture Company di Dunmurry pada tahun 1976 yang lantas saja diikuti oleh Baku Tembak dengan sebuah Royal Ulster Constabulary. 

Disini Sands lantas ditangkap akibat dirinya mencoba untuk melarikan diri dan telah dijatuhi hukuman selama 14 tahun penjara akibat memiliki senjata api. Dirinya juga menjadi pemimpin aksi mogok makan Tahun 1981 dimana tahanan republik Irlandia sudah memprotes pencabutan Status Kategori Khusus. Nah selama Pemogokan Sands dirinya terpilih langsung ke Parlemen Inggris sebagai seorang Kandidat Anti H-Block. 

Dan kematian dari Bobby Sands serta adanya aksi mogok makan oleh rekan-rekannya sangat amat menginspirasi Gelombang baru bagi Rekrutmen dan Aktivis IRA. dimana liputan media Internasional sudah menarik perhatian para mogok kelaparan dan juga gerakan Republik secara Umum yang akan menarik pujian dan kritik.

Posted in Politik Mancanegara