Dari salah satu sumber terpercaya yakni news.detik.com telah ah menayangkan sebuah berita atas negara Cina yang menyerukan Amerika serikat untuk bisa menghentikan yang namanya manuver politik. Dimana pemerintahan anne-marie negara Cina telah menyerukan kepada negara Amerika serikat atau AS agar segera berhenti dalam melakukan yang namanya manuver politik terkait virus Corona yang telah menyebar di dunia. Di sini negara Amerika serikat benar-benar minta untuk bisa menghormati yang namanya fakta-fakta terhadap persoalan virus pertama kali muncul di kawasan Wuhan yakni negara Cina dan sampai detik ini secara global termasuk Indonesia juga masih terkena dampak atas virus tersebut.

Seperti apa yang sudah terlanjur dari situs Xinhua News Agency ya sudah ah dikutip langsung oleh situs news.detik.com adanya juru bicara dari kementerian luar negeri Cina yakni Zhao Lijian menyampaikan seruan tersebut dalam konferensi pers di kawasan Beijing. Zhao telah menepis adanya tuduhan politikus Amerika serikat yang mana menyebutkan bahwa negara China tidak pernah melaporkan adanya kasus dari wabah virus Corona kepada who selaku organisasi kesehatan di dunia. Setelah selesainya daftar s1288 laporan terbaru yang dirilis langsung oleh pihak who sebagai persoalan kronologi atas respon Corona ditegaskan Zhao bahwa tuduhan Amerika serikat sepenuhnya memang bertentangan dengan adanya fakta-fakta dari soal virus Corona tersebut.

Seruan Negara China terhadap Amerika Serikat dalam Dunia Politik

Lagi-lagi kami akan menjelaskan bahwa di sini emang benar pemerintah China telah menyerahkan langsung kepada Amerika serikat stop melakukan manuver politik terkait adanya virus Corona tersebut. Seperti apa yang sudah kami jelaskan di atas bahwa seruan ini bukan ancaman semata tapi sudah disampaikan secara langsung pada konferensi pers resmi di kawasan Beijing negara Cina. Konfliknya sendiri adalah tentang manuver politik dari kasus virus Corona dengan Zhao Lijian yang mana telah menepis tuduhan politik yang dilakukan oleh Amerika serikat. dan ini semua juga menyangkut atas pelaporan wabah terhadap organisasi kesehatan sedunia atau tasmu mengenal sebagai WHO yang menganggap bahwa Amerika menyebutkan negara China itu tidak pernah melaporkan sama sekali atas wabah virus Corona ini.

Karena Demam Presiden Brazil Melakukan Tes Corona

Bahannya berita politik tersebut nyatanya ada juga berita lainnya datang dari negara Brazil. Yakni presiden Brazil bernama Jair Bolsonaro sudah lama sekali meremehkan adanya resiko yang bisa ditimbulkan akibat mereka yang terkena virus Corona. Dirinya sempat mengatakan bahwa telah dites dan menunjukkan adanya gejala-gejala termasuk demam. Di sini bolsonaro juga telah mengatakan kepada pihak CNN yang dikutip langsung oleh news.detik.com bahwa dirinya benar-benar menjalani yang namanya rontgen paru-paru di rumah sakit militer sebagai salah satu tindakan pencegahan. Dari awal masuknya wabah virus Corona ini memang presiden Brazil telah meminimalkan suatu resiko dari apa yang awalnya disebut sebagai pulau kecil dan telah melanggar aturan atas jarak sosial dan juga langkah-langkah pembatasan seperti halnya dengan menggunakan masker di depan umum maupun memakai hand sanitizer untuk keperluan sehari-hari saat berada di luar rumah.

Amerika Serikat Mempertimbangkan Pelarangan Warganya Memainkan Aplikasi Tik tok

Jadi terdengar kabar jika negara Amerika serikat telah membuat pelarangan secara resmi agar warga negaranya tidak memakai aplikasi tiktok maupun aplikasi media sosial lainnya yang memang berasal dari negara Cina. Di sini menteri luar negeri dari Amerika serikat yang bernama Mike telah mengatakan bahwa negara Amerika serikat masih mempertimbangkan adanya sebuah pelarangan pemakaian aplikasi media sosial yang berasal dari Cina dan salah satunya adalah aplikasi tiktok. hal ini memang dikarenakan adanya sebuah tuduhan bahwa negara Cina telah menggunakan aplikasi tersebut untuk bisa memata-matai para penggunanya yang berada di seluruh dunia termasuk negara Amerika serikat.

Selain udara Amerika serikat dilansir juga oleh situs AFP oleh newsdetik.com bahwa, negara India sudah melarang adanya peredaran dari aplikasi tiktok yang sangat populer dikarenakan adanya masalah keamanan dan juga privacy nasional. Sementara itu untuk negara-negara lain telah dilaporkan Tengah mempertimbangkan adanya langkah-langkah yang serupa. Dan menurut Laura ingraham apakah memang negara Amerika serikat harus benar-benar bisa mempertimbangkan pemblokiran aplikasi tersebut terutama Tik tok dan diplomat Amerika serikat mengatakan bahwa, di saat pemerintahan Trump menganggap ini semua sangat amat serius dan kami tentu akan melihatnya lebih jauh lagi. Benar-benar perang politik berdarah dingin antara Amerika serikat dan Cina sulit untuk dipisahkan.

Beredar Kabar Klaim Presiden Trump 99% Corona Tidak Berbahaya!

Jadi beberapa waktu lalu gedung putih lebih tepatnya di masa pemerintahan presiden Trump telah mengatakan 99% kasus Corona tidak berbahaya. Ditegaskan juga di gedung putih bawang komentar yang dilontarkan oleh presiden Trump ini langsung merujuk kepada angka kematian virus Corona yang jauh lebih relatif rendah kemungkinan di negara Amerika serikat tersebut sebab disini tidak dijelaskan lebih detail relatif rendahnya ada di negara mana.

Dalam kasus ini sebenarnya apa yang memang presiden tunjukkan? adalah sebagai sebuah pernyataan yang faktual atau berakar pada dunia sains dan pernyataannya telah merujuk langsung ke fakta mengenai kematian di negara Amerika serikat begitu rendah ungkap sekretaris pers dari gedung putih yang bernama Kayleigh McEnany di salah satu konferensi pers saat itu. Bisa dikatakan pada tahun lalu diketahui juga data dari John Hopkins university bahwa angka kematian dari virus Corona hanya mencapai 4,6% saja.

Aplikasi tiktok akan diberhentikan di Hongkong

Selain India dan Amerika serikat rupanya ini gantian tiktok yang akan memberhentikan operasi aplikasinya di negara Hongkong. Kenapa diberhentikan? ini semua beralasan pada penghentian operasi aplikasi potongan-potongan video pendek akibat adanya peristiwa yang terjadi di negara tersebut. Pengumuman ini telah disampaikan pada waktu malam hari dengan langkah tiktok yang dimiliki oleh Byte dance yang berbasiskan di negara China dan dilakukannya pada saat Facebook-google-twitter telah meneguhkan adanya pemrosesan atas permintaan pemerintah Hongkong atau permintaan dari kepolisian Hong Kong untuk bisa mendapatkan informasi data-data para penggunanya setelah negara China memberlakukan pemakaian undang-undang keamanan nasional yang baru. Hubungan dari peristiwa baru ini menurut dari salah seorang aplikasi Tiktok tersebut untuk segera memutuskan atau menghentikan pengoperasian aplikasi ini di negara Hongkong.

Dengan adanya berita yang telah tayang di artikel ini, menambah pengetahuan kalian akan perseteruan dari negara China dan Amerika Serikat yang berlarut-larut sampai detik ini. Selain itu, kalian juga jadi tahu adanya beberapa berita lain mengenai kepresidenan Brazil hingga Aplikasi TikTok yang marak dipergunakan di Indonesia, justru di negara Amerika Serikat – India dan Hong Kong aplikasi ini mendapatkan pertimbangan harus ditutup atau tidak dipergunakan sama sekali. Semua malah sudah teratur dalam Undang-Undang dari China maupun negara yang bersangkutan. 

Posted in PolitiK Indonesia