Calon presiden pertahanan Donald Trump berbicara pada Jumat pagi (6/11/2020) tentang sebuah penghitungan suara pilpres AS. Dirinya membuat sejumlah tuduhan atas kasus penipuan yang tidak dia berikan buktinya. Dari pernyataan Trump yang tidak berdasarkan pada kebenaran, seperti yang dilansir juga pada BBC pada hari Jumat. Rasanya penduduk di dunia ini sudah sangat hafal dengan tabiat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang diketahui suka membuat kegaduhan atau kontroversi.

 

Fakta Pilpres Amerika & Kebohongan Trump

 

Perihal Trump yang hobi membual sebenarnya hal tersebut juga bukan berita baru. Menurut perhitungan yang dilakukan oleh The Washington Post Fact Checker, Trump telah mengucapkan lebih dari 10.000 hal yang ternyata salah atau menyesatkan sepanjang periodenya selama 827 hari menjabat sebagai Presiden AS. Yang justru lebih mengejutkan lagi ketimbang dari jumlah kebohongannya tersebut, semakin banyaknya kebohongan yang tampak ia kemukakan di dalam setiap bulan yang ia habiskan selama Gedung Putih. Yang paling baru adalah kebohongan yang dikemukakan tentang pilpres AS. Berikut ini kebohongan Trump di pilpres AS 2020.

Sistem Korup

 

Dirinya berbicara tentang pemungutan suara melalui surat. Ini benar-benar menghancurkan sistem, Ini adalah sebuah sistem yang korup dan membuat orang menjadi korup. Trump juga telah mengunggah lebih dari 70 tweet yang meragukan di voting mail-in, merujuk pada penipuan pemilih dirinya mengungkapkan pemilihan yang di curangi sejak April.

 

Namun, Trump mengungkapkan semua itu tanpa adanya bukti bahwa sistem tersebut memang dirusak. Kecurangan dalam pemilu sangat jarang terjadi apalagi di Amerika Serikat, angkanya bahkan kurang dari 0,0009 persen, menurut studi pada 2017 oleh Brennan Center for Justice. Tidak ada bukti yang dapat menunjukkan bahwa itu menjadi masalah utama yang ada di dalam pilpres AS 2020. Presiden sendiri telah memilih melalui beberapa pos di masa lalu. Dia tinggal di luar negara bagian tempat dia terdaftar, Florida, dan kemudian meminta pemungutan suara melalui pos. Ini dikenal sebagai surat suara absen, yang menurut Trump dia mendukung karena dirinya meyakini jika hal tersebut memiliki sebuah pengamanan yang lebih baik.

 

Namun, dia telah membuat perbedaan dengan bentuk lain dari mail-in voting, seperti ketika negara secara otomatis mengirimkan sebuah surat suara ke semua pemilih yang telah terdaftar. Oregon dan Utah berhasil melakukannya dengan sukses dalam pemilihan sebelumnya.

Verifikasi Menurut Trump

Trump menyebutkan mereka mengirimkan puluhan juta surat suara yang tidak diminta tanpa adanya tindakan verifikasi apa pun. Para pemilih yang terdaftar di 9 negara bagian (ditambah dengan Washington DC) secara otomatis akan dikirimi surat suara tanpa mereka harus meminta.

 

Lima dari negara bagian memperkenalkan tindakan ini karena situasi pandemi virus corona yang terjadi. Namun, 8 dari 9 negara bagian, yaitu Colorado, Hawaii, Oregon, Utah, Washington, California, New Jersey, dan juga Vermont, saat ini tidak dalam sebuah perselisihan. Semua bentuk pemungutan suara melalui pos memiliki sejumlah pengamanan, seperti pihak berwenang yang nantinya akan memeriksa bahwa surat suara memang berasal dari alamat terdaftar pemilih dan juga memerlukan tanda tangan pada amplop tersebut. Memberi suara melalui surat bukanlah hal yang baru, ini telah digunakan dalam banyak pemilihan.

Penggunaan Surat Suara

 

Presiden Trump telah berulang kali mengkritik rencana untuk dapat memperluas pemungutan suara menggunakan pos, dengan mengatakan hal tersebut tanpa bukti nyata, dirinya mengungkapkan bahwa itu bisa menjadi sebuah penipuan yang luar biasa. Trump mendesak para pemilih Republik untuk hadir pada hari tersebut, daripada menggunakan surat suara dengan menggunakan pos.

 

Ada bukti dari penghitungan suara bahwa inilah yang terjadi, para pemilih Demokrat lebih menyukai sebuah sistem pemungutan suara melalui pos dan Partai Republik memberikan suara pada hari tersebut secara langsung. Penghitungan belum selesai, tetapi di Pennsylvania, menjadi salah satu negara mempunyai perkiraan jika lebih dari 2, 5 juta suara telah diterima, jumlahnya hampir tiga kali lebih banyak berasal dari Demokrat terdaftar dari pada dari Partai Republik.

Ledakan Di Georgia

 

Di Georgia, terjadi sebuah ledakan pipa di lokasi yang jauh, sama sekali tidak terkait dengan lokasi yang masuk ke dalam perhitungan pemilih, namun di tanyakan bahwa Pipa meledak di State Farm Arena mempengaruhi ruangan tempat surat suara yang tidak hadir sedang ditabulasi.

Partai pengendali

 

Trump mengungkapkan bahwa hanya ada beberapa negara bagian yang belum berhasil diputuskan dalam pemilihan presiden, karena alat pemungutan suara di negara bagian tersebut dijalankan oleh partai Demokrat. Nyatanya itu tidak benar dalam semua kasus.

 

Di Georgia yang belum diputuskan pada saat itu karena gubernur dan kedua majelis legislatif dikendalikan oleh Partai Republik. Sekretaris negara, yang bertanggung jawab atas administrasi pemilihan yang terjadi. Nevada memiliki sekretaris negara Republik yang mengawasi tentang adanya pemilihannya.

Pengamat jajak pendapat Trump

 

Mereka tidak akan mengizinkan pengamat secara hukum.” Presiden Trump berbicara tentang pengamat jajak. Mereka adalah orang-orang yang ada di dalam TPS yang mengamati penghitungan suara, dengan tujuan untuk memastikan transparansi. Hal ini memang diperbolehkan di sebagian besar negara bagian, tetapi memang harus didaftarkan dahulu sebelum hari pemilihan tiba. Dan biasanya berafiliasi dengan partai atau pun juga kandidat, meskipun aturan berbeda di setiap negara bagian.

 

Presiden Trump juga mempermasalahkan kurangnya akses bagi pengamat Partai Republik di beberapa kota-kota tertentu yang dikelola oleh Demokrat, seperti Philadelphia dan juga Detroit. Namun, pengamat pemilu disana diizinkan untuk mengamati penghitungan di kedua kota tersebut.

 

Jumlah pengamat pemungutan suara yang juga diperbolehkan di fasilitas penghitungan semuanya berbeda-beda tergantung pengukurannya. Batasan ini juga telah ditetapkan sebelum hari pemilihan. Di beberapa daerah memang jumlahnya dibatasi, sebagian untuk membatasi kapasitas akibat kondisi virus corona saat ini. Ada juga batasan yang memang ditetapkan untuk menghindari intimidasi saat pemungutan suara.

Menutup jendela

 

Trump mengungkapkan jika salah satu pusat penghitungan suara yang berada di Detroit kembali berlangsung dengan jendela yang tertutup oleh potongan karton besar, sehingga ada kemungkinan mereka ingin melindungi dan memblokir area penghitungan Trump mengacu pada TFC Center yang ada di Detroit, Michigan, negara bagian yang ada di medan pertempuran. Pada Rabu, ada adegan kacau ketika pengamat pemilu mengklaim bahwa mereka diblokir dari ruangan penghitungan karena jendelanya tertutup.

 

Pengacara utama Kota Detroit, Lawrence Garcia, mengatakan jika beberapa jendela memang ditutup. Hal tersebut dilakukan tetapi tidak semua, jendela tertutup karena petugas pemungutan suara yang duduk tepat di jendela mengungkapkan keprihatinan tentang orang-orang yang ada di luar memotret dan merekam mereka.

 

Demikian itulah beberapa fakta kebohongan Donald Trump dalam Pilpres AS 2020. Banyak hal yang diungkapkan oleh Trump tanpa adanya bukti yang kuat, menurut beberapa info yang sudah kami rangkum dari berbagai sumber, yang dikemukakan Trump tidak mempunyai bukti kuat.

Posted in Politik Mancanegara